Malam bersenandung dengan nafasmu,
aku melirik tatapan bulan,
lalu syair ini merapatkan barisan bintang,
jadi hiasan mimpi-mimpimu..
Hingga aku teratur membaca detik demi detik,
seperti tahapan gerhana jadi gaun menutup hari,
Lalu senja bersembunyi dari galau dan peluh sang waktu,
saat itu kau hadir mencatat senyuman.
Andaikan dunia seindah impianmu,
Aku dan kamu, dan waktu,
berjalan menemani dunia.
No comments:
Post a Comment